Minggu, 10 Mei 2015

CARA MEMILIH SOFTWARE MANUFACTURING YANG EFEKTIF

Problem produksi tidak efisien seringkali disebabkan oleh pekerjaan bagian produksi kurang memperhatikan proses produksi yang tepat, seperti bekerja tidak sesuai dengan prosedur, tidak melakukan test terhadap bahan baku yang akan dipakainya, hal ini karena bagian produksi tidak bekerja sama dengan purchasing, lalu masalah operator yang bekerja asal-asalan dan ditambah bagian paker/pengemas (yang harus dilakukan manual oleh manusia) sehingga hasil produksi banyak yang rusak. Produk rusak ini menyebabkan kerugian bagi perusahaan. Selain itu out put produksi tidak maksimal karena selain sebab-sebab di atas, perusahaan tidak memiliki alat ukur yang baik terhadap kegiatan produksi.
Dulu mungkin memakai cara usang seperti mengkompetisikan setiap hasil produksi, seperti apabila pabrik menerapkan tiga shift, maka manajer produksi mengkompetisikan pekerjaan bagian produksi shift pertama seperti menulis besar-besar di papan pengumuman agar shift berikutnya bisa menghasilkan produksi lebih banyak dari yang dihasilkan bagian produksi shift sebelumnya. Namun kompetisi ini, yang tadinya sengaja sebagai akal-akalan dengan tujuan memotivasi, sudah tak dapat digunakan lagi karena para buruh sudah mengetahui permainan seperti ini. Jadilah produksi berikutnya sulit ditebak hasilnya berapa.
Untuk mendapatkan produksi supaya efektif dan efisien ini memang harus memakai tools yang supercanggih agar proses produksi tidak dibelokan oleh para buruh, operator, maupun foreman yang bekerja dalam shift. Salah satunya adalah dengan memakai software manufacturing. Namun dalam menggunakan software manufacturingpun sebaiknya kita tidak salah pilih, sebab tidak semua software manufacturing sesuai dengan proses bisnis yang ada di perusahaan. Oleh sebab itu sebelum memasang software manufacturing harus diketahui dahulu, apakah software manufacturing itu terdapat menu Job costing, sehingga bisa menghitung HPP secara otomatis, menu kebutuhan terdahap material produksi, sampai dengan menghitung hasil produksi. Serta yang paling penting lagi software manufacturing itu jangan melulu hanya untuk manufacturing, tetapi ada juga menu-menu di bawah ini:
  1. Pembelian
  2. Penjualan
  3. Inventory
  4. Laporan keuangan
  5. Laporan produksi serta lainnya.

Apabila sudah menemukan software seperti ini kita sudah bisa menggunakan software ini. Akan tetapi apabila masih kesulitan setelah ditemukan software seperti ini tidak maksimal dipakai, maka perlu mendesain ulang/atau mendesain terlebih dulu system produksi yang ada di perusahaan, dengan demikian software bisa diaplikasikan dengan baik. Apabila dengan cara ini tidak bisa maksimal, maka meminta bantuan seorang consultant sangat baik dilakukan. Semoga artikel ini bermanfaat. 
*Penulis adalah konsultan desain system management pabrik, yang bisa dihubungi di 0818521172 atau email ke groedu@gmail.com